Pada materi grafik fungsi kuadrat telah disinggung bahwa jika digambarkan pada bidang koordinat, grafik fungsi kuadrat akan berbentuk sebuah parabola dengan karakteristik tergantung dari koefisien-koefisien fungsi kuadrat tersebut.
Berikut beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan dalam mensketsa grafik fungsi kuadrat.
1. a > 0 : parabola terbuka ke atas
2. a < 0 : parabola terbuka ke bawah
3. D > 0 : memotong sumbu-x di dua titik
4. D = 0 : menyinggung sumbu-x
5. D < 0 : tidak memotong sumbu-x
Dari karakteristik diatas, kita akan memperoleh gambaran kasar tentang grafik fungsi kuadrat tersebut, yang tentu saja akan memudahkan dalam mensketsa nantinya.
1. Titik potong sumbu-X
Catatan :
Contoh 1
Sketsalah grafik fungsi kuadrat f(x)=x2−4x+3f(x)=x2−4x+3
Jawab :
a = 1 > 0 (parabola terbuka ke atas)
b = −4
c = 3
D = b2 − 4ac
D = (−4)2 − 4.1.3 = 4
D = 4
Karena D > 0, maka parabola memotong sumbu-x di dua titik.
Titik potong sumbu-x ⇒ y = 0
x2 − 4x + 3 = 0
(x − 1)(x − 3) = 0
x = 1 atau x = 3
⇒ (1, 0) dan (3, 0)
Titik potong sumbu-y ⇒ x = 0
(0, c) ⇒ (0, 3)
Persamaan sumbu simetri
x = −b2a−b2a = −(−4)2.1−(−4)2.1 = 2
x = 2
Nilai ekstrim
y = −D4a−D4a = −44.1−44.1 = −1
y = −1
Titik puncak
P(−b2a,−D4a)P(−b2a,−D4a) ⇒ (2, −1)
Lukis titik-titik yang diperoleh pada bidang koordinat, kemudian hubungkan sehingga membentuk sebuah parabola.
Contoh 2
Gambarlah grafik fungsi kuadrat f(x)=−x2−4x−4f(x)=−x2−4x−4
Jawab :
a = −1 < 0 (parabola terbuka ke bawah)
b = −4
c = −4
D = b2 − 4ac
D = (−4)2 − 4.(−1).(−4)
D = 0
Karena D = 0, maka parabola menyinggung sumbu-x, menyebabkan titik potong sumbu-x dan titik puncak berada pada titik yang sama.
Titik potong sumbu-x ⇒ y = 0
−x2 − 4x − 4 = 0
x2 + 4x + 4 = 0
(x + 2)(x + 2) = 0
x = −2
⇒ (−2, 0)
Karena titik potong sumbu-x dan titik puncak sama, yaitu (−2, 0), maka diperoleh :
Persamaan sumbu simetri : x = −2
Nilai ekstrim : y = 0
Titik potong sumbu-y ⇒ x = 0
(0, c) ⇒ (0, −4)
Karena untuk menggambar parabola minimal diperlukan tiga buah titik, untuk itu kita dapat menentukan titik-titik bantu disekitar sumbu simetri (x = −2).
Untuk x = −1
y = f(−1) = −(−1)2 − 4(−1) − 4 = −1
⇒ (−1, −1)
Untuk x = −3
y = f(−3) = −(−3)2 − 4(−3) − 4 = −1
⇒ (−3, −1)
Lukis titik-titik yang diperoleh pada bidang koordinat, kemudian hubungkan sehingga membentuk sebuah parabola.
Contoh 3
Gambarlah grafik fungsi kuadrat f(x)=x2+1f(x)=x2+1
Jawab :
a = 1 > 0 (parabola terbuka ke atas)
b = 0 (titik potong sumbu-y = titik puncak)
c = 1
D = b2 − 4ac
D = (0)2 − 4.1.1\
D = −4
Karena D < 0 maka parabola tidak mempunyai titik potong sumbu-x.
Titik potong sumbu-y
(0, c) ⇒ (0, 1)
Karena titik potong sumbu-y dan titik puncak sama yaitu : (0, 1), maka diperoleh :
Persamaan sumbu simetri : x = 0
Nilai ekstrim : y = 1
Titik-titik bantu :
Untuk x = 1
y = f(1) = (1)2 + 1 = 2
⇒ (1, 2)
Untuk x = 2
y = f(2) = (2)2 + 1 = 5
⇒ (2, 5)
Untuk x = −1
y = f(−1) = (−1)2 + 1 = 2
⇒ (−1, 2)
Untuk x = −2
y = f(−2) = (−2)2 + 1 = 5
⇒ (−2, 5)
Catatan :
Dengan mencerminkan titik-titik (1, 2) dan (2, 5) ke sumbu simetri (x = 0), maka akan diperoleh titik-titik (−1, 2) dan (−2, 5). Jadi tidak harus dicari satu per satu seperti cara diatas.
Selanjutnya, dengan menghubungkan titik-titik yang diperoleh pada bidang koordinat, maka akan terbentuk sebuah parabola sebagai berikut :
Grafik fungsi diatas merupakan salah satu contoh grafik fungsi definit positif, dimana grafiknya tidak memotong sumbu-x dan untuk setiap nilai x, grafiknya selalu berada diatas sumbu-x.
Berikut beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan dalam mensketsa grafik fungsi kuadrat.
2. a < 0 : parabola terbuka ke bawah
3. D > 0 : memotong sumbu-x di dua titik
4. D = 0 : menyinggung sumbu-x
5. D < 0 : tidak memotong sumbu-x
Dari karakteristik diatas, kita akan memperoleh gambaran kasar tentang grafik fungsi kuadrat tersebut, yang tentu saja akan memudahkan dalam mensketsa nantinya.
Unsur-unsur grafik fungsi kuadrat
Diberikan fungsi kuadrat y=f(x)=ax2+bx+cy=f(x)=ax2+bx+c1. Titik potong sumbu-X
Titik potong sumbu-x diperoleh pada saat y=0y=0. (x1,0)dan(x2,0)(x1,0)dan(x2,0) Dengan x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0
2. Titik potong sumbu-Y
Titik potong sumbu-y diperoleh pada saat x=0x=0.
y = f(0) = a(0)2 + b(0) + c = c (0,c)(0,c)
y = f(0) = a(0)2 + b(0) + c = c (0,c)(0,c)
3. Persamaan sumbu simetri
Persamaan sumbu simetri adalah garis yang membagi parabola menjadi 2 bagian yang simetris. x=−b2ax=−b2a
4. Nilai ekstrim
Nilai ekstrim disebut juga nilai maksimum atau minimum fungsi. Jika nilai ekstrim dinyatakan dengan y, maka : y=−D4ay=−D4a
5. Titik puncak
Titik puncak atau titik balik adalah titik dimana fungsi tersebut mencapai nilai maksimum atau minimum. P(−b2a,−D4a)P(−b2a,−D4a)
- Jika D = 0, maka titik potong sumbu-x dan titik puncak berada pada titik yang sama, sehingga cukup dicari salah satunya saja.
- Jika D < 0, grafik tidak mempunyai titik potong sumbu-x.
- Jika b = 0, maka titik potong sumbu-y dan titik puncak berada pada titik yang sama, sehingga cukup dicari salah satunya saja.
Contoh 1
Sketsalah grafik fungsi kuadrat f(x)=x2−4x+3f(x)=x2−4x+3
Jawab :
a = 1 > 0 (parabola terbuka ke atas)
b = −4
c = 3
D = b2 − 4ac
D = (−4)2 − 4.1.3 = 4
D = 4
Karena D > 0, maka parabola memotong sumbu-x di dua titik.
x2 − 4x + 3 = 0
(x − 1)(x − 3) = 0
x = 1 atau x = 3
⇒ (1, 0) dan (3, 0)
Titik potong sumbu-y ⇒ x = 0
(0, c) ⇒ (0, 3)
Persamaan sumbu simetri
x = −b2a−b2a = −(−4)2.1−(−4)2.1 = 2
x = 2
Nilai ekstrim
y = −D4a−D4a = −44.1−44.1 = −1
y = −1
Titik puncak
P(−b2a,−D4a)P(−b2a,−D4a) ⇒ (2, −1)
Lukis titik-titik yang diperoleh pada bidang koordinat, kemudian hubungkan sehingga membentuk sebuah parabola.
Contoh 2
Gambarlah grafik fungsi kuadrat f(x)=−x2−4x−4f(x)=−x2−4x−4
Jawab :
a = −1 < 0 (parabola terbuka ke bawah)
b = −4
c = −4
D = b2 − 4ac
D = (−4)2 − 4.(−1).(−4)
D = 0
Karena D = 0, maka parabola menyinggung sumbu-x, menyebabkan titik potong sumbu-x dan titik puncak berada pada titik yang sama.
Titik potong sumbu-x ⇒ y = 0
−x2 − 4x − 4 = 0
x2 + 4x + 4 = 0
(x + 2)(x + 2) = 0
x = −2
⇒ (−2, 0)
Karena titik potong sumbu-x dan titik puncak sama, yaitu (−2, 0), maka diperoleh :
Persamaan sumbu simetri : x = −2
Nilai ekstrim : y = 0
Titik potong sumbu-y ⇒ x = 0
(0, c) ⇒ (0, −4)
Karena untuk menggambar parabola minimal diperlukan tiga buah titik, untuk itu kita dapat menentukan titik-titik bantu disekitar sumbu simetri (x = −2).
Untuk x = −1
y = f(−1) = −(−1)2 − 4(−1) − 4 = −1
⇒ (−1, −1)
Untuk x = −3
y = f(−3) = −(−3)2 − 4(−3) − 4 = −1
⇒ (−3, −1)
Lukis titik-titik yang diperoleh pada bidang koordinat, kemudian hubungkan sehingga membentuk sebuah parabola.
Contoh 3
Gambarlah grafik fungsi kuadrat f(x)=x2+1f(x)=x2+1
Jawab :
a = 1 > 0 (parabola terbuka ke atas)
b = 0 (titik potong sumbu-y = titik puncak)
c = 1
D = b2 − 4ac
D = (0)2 − 4.1.1\
D = −4
Karena D < 0 maka parabola tidak mempunyai titik potong sumbu-x.
Titik potong sumbu-y
(0, c) ⇒ (0, 1)
Karena titik potong sumbu-y dan titik puncak sama yaitu : (0, 1), maka diperoleh :
Persamaan sumbu simetri : x = 0
Nilai ekstrim : y = 1
Titik-titik bantu :
Untuk x = 1
y = f(1) = (1)2 + 1 = 2
⇒ (1, 2)
Untuk x = 2
y = f(2) = (2)2 + 1 = 5
⇒ (2, 5)
Untuk x = −1
y = f(−1) = (−1)2 + 1 = 2
⇒ (−1, 2)
Untuk x = −2
y = f(−2) = (−2)2 + 1 = 5
⇒ (−2, 5)
Catatan :
Dengan mencerminkan titik-titik (1, 2) dan (2, 5) ke sumbu simetri (x = 0), maka akan diperoleh titik-titik (−1, 2) dan (−2, 5). Jadi tidak harus dicari satu per satu seperti cara diatas.
Selanjutnya, dengan menghubungkan titik-titik yang diperoleh pada bidang koordinat, maka akan terbentuk sebuah parabola sebagai berikut :
Grafik fungsi diatas merupakan salah satu contoh grafik fungsi definit positif, dimana grafiknya tidak memotong sumbu-x dan untuk setiap nilai x, grafiknya selalu berada diatas sumbu-x.